Tampilkan postingan dengan label baik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Januari 2014

Budidaya Jeruk dan Cara Menanam Jeruk yang Baik

Apabila kita mau menanam jeruk ataupun budidaya jeruk ada beberapa cara untuk mendapatkan bibit jaruk, diantaranya bibit yang berasal dari biji, bibit dari hasil cangkokan, dan dengan cara okulasi. Dari ketiga cara di atas yang sering dipakai oleh para petani yang berskala besar adalah dengan cara cangkokan dan okulasi, karena kedua cara tersebut cukup efektif dan mudah prosesnya dibanding menggunakan biji untuk pembibitan.

Cara Mencangkok

Cangkokan biasanya diperoleh dari tanaman induk yang sudah terbukti kualitasnya. Dahan yang akan dicangkok tidak boleh bergaris tengah kurang dari 1 cm, sudah dewasa, dan sehat.

Kalau sudah ada dahan yang siap dicangkok selanjutnya kupas kulit dahan secara mengeliling selebar 1-3 cm, kemudian bagian yang telah terbuka itu tutupi dengan tanah, setelah tertutup dengan tanah kemudian balut dengan sabut kelapa atau plastic yang diberi lubang-lubang untuk sirkulasi.

Setiap hari sirami cangkokan tadi supaya tidak kekurangan air. Dalam beberapa hari dahan sebelah atas cangkokan akan tumbuh akar, setelah akar itu tumbuh panjang dan keluar dari sabut, barulah potong dahan bagian bawah kemudia tanam pada lahan yang sudah dipersiapkan.

Lubang yang kita persiapkan ini sebelumnya harus sudah diberi pupuk kandang yang baik. Apabila dalam perawatan bibit ini baik dalam waktu tiga tahun pohon jeruk akan berbuah.

Cara Okulasi

Cara ini paling banyak diminati oleh para petani jeruk karena lebih baik dibanding cara cangkokan, yaitu dengan menempelkan sebuah mata, tunas atau cabang muda dari satu tanaman ke batang tanaman lain. Cara pertama untuk melakukan okulasi kita menyemai biji jeruk untuk memperoleh pohon jeruk yang nantinya akan kita tempeli dengan tunas dari pohon lain.

Tetapi tidak semua jenis jeruk bisa dipakai untuk batang bawah, untuk itu kita harus mencari jenis-jenis yang cepat dalam pertumbuhannya, sehingga dalam waktu 1 atau 1,5 tahun setelah biji kita semai pohonnya bisa digunakan untuk okulasi.

Kalau batang sudah cukup besar, bibit itu diokulasi pada jarak kira-kira 30 cm dari akar. Dengan menggunakan pisau yang tajam, kerat batang tanaman ± 1 x 4 cm. kemudian, tempeli dengan kulit kayu yang ada tunasnya, dari tanaman jeruk lain, dengan ukuran yang sama.

Tunas yang ditempelkan diikat dengan tali raffia. Sebelumnya celupkan tali rafia pada farafin panas untuk mematikan bibit penyakit dan kuman yang menempel. Ikatkan rafia dengan kuat, dan usahakan mata tunas tetap menyembul keluar.

Untuk menjaga kekeringan sebaiknya diberi naungan. Ciri dari tunas tersebut bisa tumbuh menjadi satu dengan batang poko, maka warnanya masih tetap hijau seperti semula. Setelah okulasi berumur ± 15 hari ikatan dapat dilepas. Batang yang ditempeli tunas dipotong ± 10 cm di atas tunas tersebuut, lama kelamaan akan kelihatan jelas sebuah titik hijau yaitu permulaan taruk.

Taruk akan tumbuh dengan cepat sampai mencapai ketinggian 1,5 meter. Kemudian tanaman ini biasanya tidak bertahan tinggi, akan tetapi batangnya akan bertambah besar. Setelah tanaman itu kira-kira sebesar pensil, dan berkayu serta keras, puncaknya kita potong atau angkas hingga tinggi tanaman tersebut hanya 1 meter saja.

Bila sudah demikian pohon dapat dipindahkan ke kebun. Tapi seharusnya lubang harus sudah kita siapkan jauh-jauh hari tentunya lubang besar tersebut sudah diberi pupuk kandang terlebih dahulu. Tanaman jangan ditanam terlalu dalam, kemudian lubang tanaman timbun dengan tanah yang subur hingga menjadi seperti bukit kecil dengan tanaman di tengah-tengahnya.

Tidak lama ujung batang yang telah dipangkas akan bisa ttumbuh cabang 3 buah. Akan tetapi kalau nantinya tumbuh cabang lain lagi, cabang baru iitu harus dipotong. Pemotongan dilakukan setelah pohon menjadi besar.

Poon hasil okulasi dalam waktu antara 3-5 tahun sudah memberikan hasil, dan pohonnya tidak tinggi sehingga mudah memetik buahnya.

Cara Menanam Bibit di Lahan Terbuka

Waktu untuk menanam bibit yang baik ialah pada musim penghujan hingga menjelang musim kemarau. Sebelum memulai menanam, harus diperhatikan kondisi tanah didalam lubang-lubang tanam, yaitu sudah betul-betul basah dari atas sampai ke bawah.

Lebar dan dalam lubang harus cukup untuk akar seluruhnya, agar arah pertumbuhannya dapat lurus. Selain itu pada lubang tanam perlu diberi pupuk dasar dengan pupuk kandang ± 20 kg dan NPK ± 250 g atau campuran urea, TSP, KCL dengan perbandingan 2 : 2 : 1.

Jarak lubang tanam jeruk berbeda-beda untuk setiap jenisnya. Kalau untuk jenis jeruk yang besar maka lubang harus dibuat 8 x 8 m, sedangkan untuk jeruk keprok cukup dengan jarak 5 x 5 m dan untuk jenis jeruk manis ukuran yang baik dan ideal adalah 6 x 6 m.

Jarak tanaman ini penting karena perkembangan jeruk itu berbeda-beda antara jenis satu dan yang lainnya. Disamping itu pengaturan jarak yang baik akan memudahkan masuknya sinat matahari dan jalan angin ke sela-sela tanaman jeruk. Pohon yang terlalu berhimpitan akan mdah terkena penyakit dan kurang baik perkembangannya.

Factor-faktor lain yang harus diperhatikan dalam menanam jeruk diantaranya :
1. Air dalam tanah harus cukup, tetapi tidak menggenang
2. Tanah harus mengandung zat-zat makanan dan bahan organism yyang cukup tinggi.
3. Tanah harus selalu gembur tidak muudah padat.
4. Curah hujan dan kelembapan cukup tinggi.

Cara Pemeliharaan Tanaman Jeruk

1. Pemupukan

Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organic maupun anorganik. Pupuk organic seperti pupuk kandang dan kompos sangat baik untuk memperbaiki struktur tanah agar remah. Sedangkan pupuk anorganik seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan unsure-unsur hara makro atau mikro seperti Zn, Cu, Mn, serta Fe, sangat menunjang pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

Pemberian pupuk terhaddap tanaman jeruk berbeda-beda takarannya karena harus disesuaikan dengan usia, jenis, dan kandungan hara yang dibutuhkan. Semakin besar tanaman maka semakin banyak kebutuhan pupuk yang dibutuhkan.

Tiga bulan setelah bibit ditanam sampai berumur setahun, jeruk membutuhkan pemupukan susulan sebanyak 3 kali setahun, pada saat jeruk berumur 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan.

Misalnya jeruk keprok, dosis untuk setiap pemupukannya adalah campuran dari urea, TSP, dan KCL (1 : 1 :1) sebanyak 750 gram per pohon, atau 300 kg per hektar untuk 400 pohon. Dosis pemupukan tahun kedua dan seterusnya meningkat, tapi pemberiannya dilakukan setiap 4 bulan. Pupuk dibenamkan dalam lubang sedalam 15-20 cm di bawah lingkungan tajuk pohon.

2. Pengairan

Jeruk sangat menyyukai kelembapan dan curah hujan yang cukup, pengairan sangat penting apalagi memasuki musim kemarau. Kekurangan air pada pada saat pertumbuhan vegetative akan menghambat pertumbuhan tunas dan akar, sedangkan pada masa generratif akan mengakibatkan kerontokan bunga atau buah.

3. Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan pada bagian pohon yang lemah atasu terserang penyakit, tujuanya untuk memelihara tanaman agar tetap segar, sehat, dan produktif, selain itu agar sinar matahari dan angin dapat menembus sela-sela dahan secara merata. Hasil pemangkasan harus segera dibakar atau dipendam dalam tanah hal ini untuk menghindari penyebarab penyakit.

4. Pemeliharaan Saat Berbunga

Pohon jeruk yang berumur 3-5 tahun akan berbunga untuk pertama kalinya. Kuncup bunga tumbuh di pucuk, dan kemudian akan berubah menjadi buah. Untuk menjaga prod uktivitas pohon, maka sebaiknya hanya beberapa bunga yang dibiarkan tumbuh menjadi buah. Sedangkan bunga-bunga yang lainnya sebaiknya dipangkas.. kalau pohon sudah benar-benar kuat maska bunga di biarkan tumbuh semuanya.

5. Penjarang Buah

Kualitas buah jeruk dapat ditentukan oleh letak buah pada pohon dan cahaya matahari. Buah yang mendapatkan sinar matahari yang cukup pada umumnya bermutu tinggi.

Penjarangan pada pohon jeruk akan berdampak pada kualitas buah yang baik, seperti memiliki ukuran yang besar, dan citarasa yang lebih enak. Penjaranga dil;akukan pada buah yang sudah cukup besar tapi masih proses pertumbuhan, jangan dilakukan pada buah yang masih kecil hal itu dapat menurunkan pruduksinya.

Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2013/02/Budidaya-Jeruk-dan-Cara-Menanam-Jeruk-yang-Baik.html

Kamis, 28 November 2013

Cara Membuat Sebuah Kontes SEO Yang Baik

Cara Membuat Sebuah Kontes SEO Yang Baik

Banyak peserta berlomba lomba mendapatkan peringkat tertinggi / terbaik dalam SERP mesin pencari seperti Google, Bing, Yandex, ataupun yang lainnya agar dapat menjadi pemenang diakhir kontes tersebut serta dapat membawa pulang hadiah yang telah dijanjikan pihak penyelenggara bagi sang pemenang.
seo

Cara Membuat Sebuah Kontes SEO Yang Baik

Tips Trik SEO Blogger Pemula - Dalam membuat sebuah kontes SEO sebaiknya membuat dengan dedikasi tinggi (masuk akal) dan tidak alakadarnya, seperti : Antara hadiah dan peraturan seimbang, kosa kata dalam artikel kontes, dll.

Membuat kontes SEO yang baik sangat penting bagi perkembangan / kelajuan kontes yang kita buat untuk kedepannya, jika antara peraturan dan hadiah tidak ada keseimbangan (peraturan terlalu berat dan hadiah tidak pas) tentu peserta kontes yang sobat buat tidak akan banyak.

Disini saya akan memberikan beberapa tips untuk sobat yang sedang berencana membuat sebuah ajang SEO dan masih bimbang cara membuat lomba SEO yang benar, berikut pembahasannya :


#1 - Kata Kunci Yang Di Perlombakan.

Pemilihan kata kunci yang tepat harus selalu kita perhatikan, jika memilih keyword yang salah bisa saja kita tidak akan mendapatkan hasil positif dari sebuah kontes yang telah kita buat. Kata kunci yang diperlombakan harus sesuai topic blog / artikel yang akan direview oleh peserta kontes SEO, sebagai contoh :
Saya membuat sebuah kontes seo dan peserta kontes seo wajib mereview tentang blog anime saya. Lalu saya memilih kata kunci : Tempat Download Anime Bahasa Indonesia ? Inasub Aja untuk persaingan kontes yang saya buat.
Selain sesuai tema blog yang akan direview, disini saya menyarankan bahwa dalam menentukan kata kunci lomba sebaiknya membuat long tail keyword. Tujuannya untuk mempermudah peserta dalam bersaing dan memperkaya kata kunci blog sobat.

Read : 10 Alasan Mengapa Kalah Dalam Kontes SEO


#2 - Waktu, Peraturan & Hadiah.

Waktu sangat berkaitaan erat dengan peraturan dan hadiah kontes, tentu sangat tidak baik jika kita membuat kontes SEO yang waktunya sangat lama dan hadiah hanya pulsa 5 ribu ALL Operator. Dari itu perlu diperhatikan sekali lagi, yang membuat kontes seo sobat tidak laku (peserta sedikit) adalah karena tidak adanya keseimbangan antara waktu / peraturan dan hadiah.

Disini saya menyarankan hadiah lebih berat (dalam jumlah yang cukup banyak) dari pada peraturan yang telah sobat tetapkan dalam ajang yang telah dibuat, karena rata rata masyarakat Indonesia mata duitan. Untuk peraturan, gunakan peraturan yang tidak terlalu berat atau ringan agar banyak yang berminat untuk mencoba mengikuti kontes seo yang sobat buat.

Read : 3 Pelajaran Untuk Peserta Kontes SEO Dari Naruto


#3 - Pemilihan Kosa - Kata Pada Artikel Kontes SEO.

Dengan menulis pemberitahuan kontes SEO sobat dengan membuat artikel baru, jangan sekedar copas artikel kontes seo lain. Buatlah artikel pemberitahuan kontes SEO dengan kosa - kata yang menunjukkan bahwa sobat Berwibawa, Berkharisma, dan Menunjukkan bahwa kontes SEO sobat tidak SCAM.

Dalam menulis artikel pemberitahuan kontes sobat, sebaiknya kata sebisa mungkin jangan sampai berulang ulang, contoh : Kontes SEO = Ajang SEO = Lomba SEO. Gunakan kata kata yang berbeda tetapi mempunyai makna yang sama.

Baca Juga : Tips Dari Blog kita Dalam Mengikuti Kontes SEO